Vitalitas Bahasa Dampelas Sulawesi Tengah
Karsana, Deni; Adri, Adri; Priyatno, Andrian
Sulawesi Tengah sebagai daerah yang berkembang dan
sebagaimana wilayah Indonesia di bagian tengah memiliki
keberagaman bahasa dan sastra. Di Sulawesi, Provinsi Sulawesi
Tengahlah yang paling banyak mempunyai bahasa daerah.
Kini, banyak bahasa atau dialek yang ditengarai mengalami
kemunduran, bahkan punah. Hal itu terjadi pula di Indonesia,
terutama bahasa-bahasa yang mempunyai jumlah penutur sedikit,
seperti di Papua, Maluku, dan Sulawesi Tengah. Beberapa bahasa
atau dialek di Sulawesi Tengah telah mengalami kemunduran dan
kepunahan, seperti pada dialek bahasa Mori dan dialek bahasa Kaili.
Menilik kematian bahasa yang semakin menerpa pada
bahasa-bahasa dengan jumlah penutur yang sedikit, perlu upaya
penyelamatan atau pendokumentasian bahasa. Hal ini perlu
karena bahasa merupakan kekayaan budaya yang harus dipelihara
yang di dalamnya terdapat kearifan lokal. Selanjutnya, revitalisasi
dan konservasi bahasa harus dilakukan setelah upaya pengkajian
vitaliatas bahasa tersebut, sebagaimana langkah sesudah
mengetahui status keberadaan suatu bahasa atau dialek.
Penerbitan buku “Vitalitas Bahasa Dampelas” perlu
diapresiasi mengingat minat masyarakat terhadap bahasa dan
sastra, khususnya bahasa daerah sangat sedikit dan terbatas,
baik berkenaan dengan peneliti, penulis, maupun pembacanya.
sebagaimana wilayah Indonesia di bagian tengah memiliki
keberagaman bahasa dan sastra. Di Sulawesi, Provinsi Sulawesi
Tengahlah yang paling banyak mempunyai bahasa daerah.
Kini, banyak bahasa atau dialek yang ditengarai mengalami
kemunduran, bahkan punah. Hal itu terjadi pula di Indonesia,
terutama bahasa-bahasa yang mempunyai jumlah penutur sedikit,
seperti di Papua, Maluku, dan Sulawesi Tengah. Beberapa bahasa
atau dialek di Sulawesi Tengah telah mengalami kemunduran dan
kepunahan, seperti pada dialek bahasa Mori dan dialek bahasa Kaili.
Menilik kematian bahasa yang semakin menerpa pada
bahasa-bahasa dengan jumlah penutur yang sedikit, perlu upaya
penyelamatan atau pendokumentasian bahasa. Hal ini perlu
karena bahasa merupakan kekayaan budaya yang harus dipelihara
yang di dalamnya terdapat kearifan lokal. Selanjutnya, revitalisasi
dan konservasi bahasa harus dilakukan setelah upaya pengkajian
vitaliatas bahasa tersebut, sebagaimana langkah sesudah
mengetahui status keberadaan suatu bahasa atau dialek.
Penerbitan buku “Vitalitas Bahasa Dampelas” perlu
diapresiasi mengingat minat masyarakat terhadap bahasa dan
sastra, khususnya bahasa daerah sangat sedikit dan terbatas,
baik berkenaan dengan peneliti, penulis, maupun pembacanya.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-07-17T08:54:20Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah