Potensi Pengembangan Agroforestri Berbasis Tanaman Buah Di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu
SATRIA PAMUNGKAS, BAYU
Agroforestri ialah konsep kehutanan terpadu yang memanfaatkan
keterkaitan antara tanaman pertanian dan kehutanan, menghasilkan berbagai
biomassa, dan menjaga kondisi sosial dan lingkungan. Dari kebun yang dimiliki
petani dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari berupa hasil pertanian, kayu bakar,
bahan bangunan, hasil buah, dan hasil lainnya. Keduanya secara bersamaan dan
alternatif dapat digunakan untuk menggabungkan komoditas tersebut.
Agroforestri dapat mengambil berbagai bentuk, seperti kebun campuran, ladang
dengan pepohonan, bera (belukar), kebun pekarangan, dan perkebunan
masyarakat yang lebih besar dan lebih beragam. Pembuatan petak kebun
terkadang dilakukan untuk menyediakan sumber makanan sehari-hari, atau
terkadang dilihat sebagai gudang biologis atau toko biologis, terutama di lokasi
pedesaan. Kabupaten Rokan Hulu, Propinsi Riau berkontribusi terhadap
pemenuhan kebutuhan buah lokal, diantaranya jenis tanaman manggis, salak
pondoh, mangga madu, dan lengkeng. Buah-buahan dihasilkan dari kebun petani
yang berasal dari kebun monokultur maupun agroforestri. Produktivitas lahan
yang dimiliki petani berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan.
Studi ini bertujuan guna mengetahui dan mengkatalogkan tanaman
penghasil buah yang bernilai bagi petani di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan
Hulu, menganalisis persepsi petani terhadap pengembangan tanaman buah di
Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu, dan mengkaji perkembangan
tanaman buah di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu. potensi ekonomi
tanaman penghasil buah agroforestri di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan. ke
hulu.
Studi dilaksanakan pada April-Juni 2022. Data primer dalam studi ini ialah
data kuisioner responden, data identifikasi dan inventarisasi tanaman penghasil
buah, dan tanaman pertanian dengan pola agroforestri, sedangkan data skunder
adalah data BPS dalam angka, data kepemilikan lahan di desa setempat, dan data
pendukung lainnya. Metode survey dan deskriptif diterapkan dalam studi ini.
Metode survey dilakukan dengan wawancara yang terstruktur melalui kuesioner,
mengidentifikasi dan menginventarisasi tanaman penghasil buah dengan pola
agroforestri. Metode deskriptif dilakukan untuk menggambarkan hasil identifikasi
dan inventarisasi tanaman penghasil buah sehingga dapat menganalisis potensi
pengembangan agroforestri tanam penghasil buah. Semua tanaman buah
dikumpulkan, dikenali spesiesnya, dan diberi nama lokal. Responden dipilih
berdasarkan kepemilikan mereka terhadap kebun penghasil buah bergaya
agroforestri. Purposive sampling digunakan untuk memilih responden. Total ada
30 responden karena 10 responden dari setiap dusun dipilih dari pool kandidat.
Pada skala 1 sampai 5, preferensi responden tentang persepsi mereka tentang
pertumbuhan tanaman penghasil buah di sekitar dievaluasi (1 = sangat buruk, 2 =
tidak baik, 3 = cukup baik, 4 = baik, dan 5 = sangat baik). Pengolahan data
kuesiner menggunakan skala likert’s.
Nilai kesan petani terhadap pertumbuhan pohon buah-buahan di Kecamatan
Tandun Kabupaten Rokan Hulu dengan sistem agroforestry sebesar 3,92 atau
6
dalam kategori baik menurut temuan penelitian atau dalam kategori baik.
Tanaman buah terdiri dari 24 varietas berbeda yang terbagi dalam 14 famili dan
19 marga. Ada 11 varietas tanaman pertanian dan 13 jenis tanaman pohon.
Kombinasi pola agroforestri tanaman buah dan tanaman pertanian yang paling
dominan adalah jenis Kelengkeng dan Pisang.
keterkaitan antara tanaman pertanian dan kehutanan, menghasilkan berbagai
biomassa, dan menjaga kondisi sosial dan lingkungan. Dari kebun yang dimiliki
petani dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari berupa hasil pertanian, kayu bakar,
bahan bangunan, hasil buah, dan hasil lainnya. Keduanya secara bersamaan dan
alternatif dapat digunakan untuk menggabungkan komoditas tersebut.
Agroforestri dapat mengambil berbagai bentuk, seperti kebun campuran, ladang
dengan pepohonan, bera (belukar), kebun pekarangan, dan perkebunan
masyarakat yang lebih besar dan lebih beragam. Pembuatan petak kebun
terkadang dilakukan untuk menyediakan sumber makanan sehari-hari, atau
terkadang dilihat sebagai gudang biologis atau toko biologis, terutama di lokasi
pedesaan. Kabupaten Rokan Hulu, Propinsi Riau berkontribusi terhadap
pemenuhan kebutuhan buah lokal, diantaranya jenis tanaman manggis, salak
pondoh, mangga madu, dan lengkeng. Buah-buahan dihasilkan dari kebun petani
yang berasal dari kebun monokultur maupun agroforestri. Produktivitas lahan
yang dimiliki petani berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan.
Studi ini bertujuan guna mengetahui dan mengkatalogkan tanaman
penghasil buah yang bernilai bagi petani di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan
Hulu, menganalisis persepsi petani terhadap pengembangan tanaman buah di
Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu, dan mengkaji perkembangan
tanaman buah di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu. potensi ekonomi
tanaman penghasil buah agroforestri di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan. ke
hulu.
Studi dilaksanakan pada April-Juni 2022. Data primer dalam studi ini ialah
data kuisioner responden, data identifikasi dan inventarisasi tanaman penghasil
buah, dan tanaman pertanian dengan pola agroforestri, sedangkan data skunder
adalah data BPS dalam angka, data kepemilikan lahan di desa setempat, dan data
pendukung lainnya. Metode survey dan deskriptif diterapkan dalam studi ini.
Metode survey dilakukan dengan wawancara yang terstruktur melalui kuesioner,
mengidentifikasi dan menginventarisasi tanaman penghasil buah dengan pola
agroforestri. Metode deskriptif dilakukan untuk menggambarkan hasil identifikasi
dan inventarisasi tanaman penghasil buah sehingga dapat menganalisis potensi
pengembangan agroforestri tanam penghasil buah. Semua tanaman buah
dikumpulkan, dikenali spesiesnya, dan diberi nama lokal. Responden dipilih
berdasarkan kepemilikan mereka terhadap kebun penghasil buah bergaya
agroforestri. Purposive sampling digunakan untuk memilih responden. Total ada
30 responden karena 10 responden dari setiap dusun dipilih dari pool kandidat.
Pada skala 1 sampai 5, preferensi responden tentang persepsi mereka tentang
pertumbuhan tanaman penghasil buah di sekitar dievaluasi (1 = sangat buruk, 2 =
tidak baik, 3 = cukup baik, 4 = baik, dan 5 = sangat baik). Pengolahan data
kuesiner menggunakan skala likert’s.
Nilai kesan petani terhadap pertumbuhan pohon buah-buahan di Kecamatan
Tandun Kabupaten Rokan Hulu dengan sistem agroforestry sebesar 3,92 atau
6
dalam kategori baik menurut temuan penelitian atau dalam kategori baik.
Tanaman buah terdiri dari 24 varietas berbeda yang terbagi dalam 14 famili dan
19 marga. Ada 11 varietas tanaman pertanian dan 13 jenis tanaman pohon.
Kombinasi pola agroforestri tanaman buah dan tanaman pertanian yang paling
dominan adalah jenis Kelengkeng dan Pisang.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:56:49Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah