Ibu, Pelita yang Tak Pernah Padam

Ibu, Pelita yang Tak Pernah Padam
Puisi untuk Hari Ibu – 22 Desember
Di pagi yang biasa, kau bangun lebih dulu,
Sebelum matahari sempat menyapa jendela,
Langkahmu ringan, tapi penuh makna,
Seperti doa yang tak pernah kau ucapkan dengan suara.
Ibu, engkau bukan hanya nama,
Engkau adalah pelita di lorong-lorong gelap,
Yang tak pernah padam meski angin datang,
Yang tetap menyala meski tak ada yang melihat.
Tanganmu mungkin lelah,
Tapi selalu terbuka untuk memeluk,
Hatimu mungkin penuh luka,
Tapi selalu ada ruang untuk memaafkan.
Engkau tidak meminta pujian,
Tidak menuntut balasan,
Cukup melihat kami tumbuh,
Sudah menjadi hadiah yang kau simpan dalam diam.
Hari ini, kami ingin berkata,
Dengan suara yang mungkin masih gugup dan pelan:
Terima kasih, Ibu, untuk segalanya,
Untuk cinta yang tak pernah kau hitung jumlahnya.
Semoga pelita itu tetap menyala,
Di hati kami, di langkah kami,
Karena di setiap doa yang kami panjatkan,
Namamu selalu menjadi awal dan akhir harapan.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah